
🌏 Pasar Asia: Merah di seluruh papan setelah serangan AS terhadap peluncur roket Iran di dekat Pulau Larak (Selat Hormuz) memicu kembali tensi Timur Tengah. Nikkei 225 −2,16%, Kospi −3,5%, Hang Seng −0,88%, CSI 300 −0,61%. ASX 200 melawan tren, +0,12%.
💵 EUR/USD: Membuka minggu ini di sekitar 1,1582, sedikit naik ke arah 1,1590–1,1600 pada awal sesi Asia namun tertahan oleh Dolar yang lebih kuat. Nada hawkish Ketua Fed Kevin Warsh di Jackson Hole membuat permintaan USD tetap kuat menjelang minggu NFP.
🥇 Emas (XAU/USD): Turun ke sekitar $4.450–4.455, melanjutkan aksi jual tajam pada Jumat dari atas $4.600. Menguji level terendah dalam 8 hari seiring meningkatnya taruhan kenaikan suku bunga September pasca pernyataan Warsh.
🛢️ Minyak: Brent di atas $90 (+2,5%), WTI di sekitar $85,40 (+2,4%) setelah AS menyerang peluncur roket Iran di Pulau Larak dan Iran membalas dengan menyerang basis AS di Yordania. Premi risiko Selat Hormuz kembali menjadi fokus.
₿ Kripto: Bitcoin tertekan, bertahan di bawah $78.000 dan menguji zona support $76.000–77.000 seiring sinyal hawkish dari Fed dan sentimen risk-off Timur Tengah membebani pasar.
📅 Mendatang: Semua mata tertuju pada data Nonfarm Payrolls AS minggu ini, katalis utama berikutnya bagi ekspektasi suku bunga Fed.
Kembali Kembali